Perkuatan Tanah Lunak Menggunakan Material Geosintetik

Dahulu jika ingin membangun jalan atau jalur kereta api maka akan dipilih jalur yang memiliki kualitas tanah dasar yang baik, namun timbul permasalahan dimana tidak mudah membangun jalan atau jalur kereta api jika harus hanya melalui tanah yang memiliki kualitas baik dengan kata lain menghindari tanah lunak.

Hal tersebut menyebabkan sulitnya mendapatkan jalur yang sesuai dan mahalnya biaya karena bukan tidak mungkin jalan yang dibangun menjadi lebih jauh. Atas masalah tersebut maka munculah teknologi-teknologi yang mampu memperbaiki kualitas tanah dasar, beberapa diantaranya adalah :

  1. Membuang material tanah lembek dan mengganti dengan tanah timbunan yang lebih baik
  2. Memodifikasi kemiringan tebing sehingga menjadi lebih datar dan membangun berm di kaki timbunan.
  3. Pengendalian / pelaksanaan timbunan untuk mengurangi tekanan pori.
  4. Pemasangan tiang pancang untuk mendukung timbunan.

Dari ke empat hal tersebut memiliki persamaan yaitu dari segi biaya menjadi lebih mahal. Teknologi saat ini telah memanfaatkan bahan geosintetik sebagai tulangan pada bagian dasar timbunan. Material yang biasa digunakan untuk melakukan perkuatanan tanah lunak adalah Geotextile, Geogrid dan Geocomposite tergantung dari jenis dan kondisi tanah lunak yang akan diperkuat.

Geotextile

Geotextile dibagi dalam 2 jenis yaitu geotextile woven dan geotextile non woven, secara fisik kedua material ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dimana geotextile non woven ini seperti karpet sedangkan geotextile woven berbentuk anyaman seperti karung beras namun tentunya lebih tebal dan lebih kuat disbanding karung beras.

Geotextile Woven

Geotextile Non Woven

Untuk perkuatan tanah lunak menggunakan geotextile woven sebagai tulangan sedangkan geotextile non woven biasanya hanya digunakan sebagai separator dan filtrasi tanpa ada fungsi perkuatan. Untuk info lebih jelas mengenai geotextile dapat dibaca disini.

Geogrid

Geogrid ini bentuknya seperti jaring ada berbentuk biaxial, uniaxial, dan triaxial. Biasanya geogrid ini digunakan pada perkuatan tanah lereng. Yang mana ketika geogrid ini ditimbun maka lubang-lubang jaring akan terisi material timbunan dan membentuk interlocking antar material tanah dan geogrid.

Geocomposite

Geocomposite ini adalah penggabungan 2 jenis atau lebih material geosiintetik yang mana tujuannya adalah untuk mengoptimalkan fungsi dari material geosintetik tersebut, beberapa contohnya adalah geogrid composite, geotextile composite, geomembrane composite dan masih banyak lagi.

 Geogrid Composite

Geotextile Composite

Geomembrane Composite

Penggunaan material geocomposite ini karena kondisi tanah lunak tidak bias diperkuat hanya dengan mengandalkan geotextile saja atau geogrid saja. Sehingga dengan kombinasi 2 atau lebih maka dapat menghasilkan fitur yang mampu mengatasi masalah dilapangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *